Jenis Lovebird, Spesies Lovebird, species lovebird, Genus lovebird

9 Jenis Lovebird, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Kicangburung.id – Lovebird adalah jenis burung kicau yang sangat banyak penggemarnya. Ada banyak alasan mengapa begitu. Yang pertama adalah karena suaranya, di mana suara burung ini sangat indah terdengar. Kemudian yang kedua adalah karena warnanya, sungguh cantik menggoda. Dan yang ketiga adalah soal prestige atau gengsi. Untuk para burung mania, rasanya belum afdol kalau tidak memelihara berbagai jenis Lovebird yang ada di dunia ini.

Jenis Lovebird, Spesies Lovebird, species lovebird, Genus lovebird

Lovebird selalu menjadi tren di kalangan pecinta burung. Jenis Lovebird di dunia ini sebenarnya bermacam-macam. Namun tidak semua jenisnya biasa dipelihara. Karena beberapa jenis Lovebird ternyata tidak bisa ditangkarkan oleh manusia. Dan keberadaannya juga dilindungi di negara habitat asalnya. Maka dari itu, perlu anda ketahui segala seluk beluk Lovebird, terutama perihal jenis Lovebird, karakteristik ciri fisiknya, warna bulunya, dan habitat penyebarannya.

Perlu anda ketahui bahwa di dunia ini terdapat 9 jenis Lovebird yang telah ditemukan dan teridentifikasi. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan semua jenis, ciri fisik, warna dan penyebaran habitat jenis Lovebird. Silahkan simak pemaparannya di bawah ini:

1. Jenis Lovebird Agapornis Personata (Lovebird Kacamata Topeng)

Agapornis Personata, Lovebird Kacamata Topeng

Nama Ilmiah: Agapornis Personata

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Kacamata Topeng

– Inggris: Black-Masked Lovebird

– Italia: Inseparabile Mascherato

– Jerman: Schwarzköpfchen

– Perancis: Inseparable Masque

– Portugis: Agapornis Personata

– Slovakia: Agapornis Skraboskovy

– Spanyol: Agapornis Personata

– Swedia: Svartkinfad Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Lovebird Kacamata Topeng:

– Panjang Tubuh: 14,5 cm

– Berat Tubuh: 43-47 gram

– Burung Lovebird Kacamat Topeng yang umurnya masih muda memiliki warna bulu yang lebih muda pula dibanding yang sudah dewasa. Ada bercak hitam di bagian pangkal paruh.

– Antara jenis Lovebird jantan dan betina susah dibedakan.

Jenis Lovebird Kacamata Topeng mulai populer di Afrika pada tahun 1800. Oleh karena mudahnya pengembang biakkannya, akhirnya sekitar tahun 1920, Lovebird jenis ini mulai diekspor ke luar benua Afrika. Warna spesies pertama yang ditemukan adalah Lovebird Kacamata Topeng Biru. Baru kemudian mulai dilakukan penangkaran dan rakayasa genetika untuk menghasilkan warna Lovebird yang lebih beragam. Seperti warna: ungu, hitam, dan albino.

Sebagai salah satu unggas, jelaslah Lovebird bertelur. Warna telurnya putih. Betina Lovebird mengerami telur selama 23 hari sebanyak 4-5 butir. Dan mereka akan menjaga telurnya hingga 42 hari pasca menetas. Perlu anda ketahui bahwa di Afrika, jenis Lovebird Kacamata Topeng ini suka membuat sarang di pohon. Seperti pohon baobab yang terletak di padang rumput luas. Pohon baobab memang unik, raksasa, dan memiliki rongga untuk menaruh sarang.

2. Jenis Lovebird Agapornis Nigrigenis (Lovebird Kacamata Pipi Hitam)

Agapornis Nigrigenis, Lovebird Kacamata Pipi Hitam

Nama Ilmiah: Agapornis Nigrigenis

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Kacamata Pipi Hitam

– Inggris: Black-Cheeked Lovebird

– Italia: Inseparabile a guance nere

– Perancis: Inseparable a joues noires

– Portugis: Nigrigenis

– Jerman: Rußköpfchen

– Slovakia: Agapornis Hnedohlavy

– Spanyol: Agapornis Nigrigenis

– Swedia: Svartkinfad Dvärgpapegoja

Karekteristik dan Warna Jenis Lovebird Kacamata Pipi Hitam:

– Panjang Tubuh: 13,5 cm

– Berat Tubuh: 36-52 gram

– Warna bulu dominan hijau, kekuningan pada bagian bawah tubuh/tunggir

– Bagian ubun-ubun depan warna coklat kemerahan

– Ubun dan tengkuk belakang warna kekuningan

– Dada warna oranye

– Paruh warna merah tua

– Kaki warna coklat keabuan

– Lingkar Mata Putih

– Paruhnya warna merah tua

– Iris mata warna coklat

Habibat jenis Lovebird Kacamata Pipi Hitam adalah di bagian barat laut negara Zimbabwe dan bagian barat daya Zambia. Kereka mendiami hutan gugur yang kaya dengan persediaan air permukaan tanah. Seperti dapat kita temukan mereka di dekat air terjun Victoria. Sama dengan Lovebird jenis lain, si Kacamata Pipi Hitam juga hidup berkoloni dalam sarang raksasa.

Mereka berbagi makanan, seperti biji rumput, larva serangga, biji sorghum, millet, dan aneka sayuran. Awalnya jenis Lovebird ini bisa hidup sejahtera di alam. Namun kini keberadaannya mulai langka dan tidak diperdagangkan lagi ke luar negara habitatnya. Dalam arti sudah tidak ada ekspor Lovebird Kacamata Pipi Hitam. Kalau sampai anda dapat membelinya di Indonesia misalnya, kemungkinan besar merupakan hasil dari perdagangan di pasar gelap yang illegal.

Meski terjadi kelangkaan, sepertinya tidak membuat gusar para pecinta burung karena jenis Lovebird ini tidak menjadi primadona. Lovebird Kacamata Pipi Kuning atau yang biasanya disebut Lovebird Pipi Kuning merupakan mutasi warna jenis Lovebird pipi hitam.

3. Jenis Lovebird Agapornis Lilianae (Lovebird Kacamata Nyasa)

Lilian's lovebird, Lovebird Kacamata Nyasa

Nama Ilmiah: Agapornis Liliane

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Kacamata Nyasa

– Inggris: Lilian’s Lovebird

– Italia: Inseparabile del Niassa

– Jerman: Erdbeerköpfchen

– Perancis: Inseparable de Lilian

– Portugis: Agapornis Liliane

– Slovakia: Agapornis Ruzovohlavy

– Spanyol: Agapornis Lilianae

– Swedia: Gul Dvärgpapegoja nyassadvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Kacamata Nyasa:

– Panjang Tubuh: 13,5 cm

– Berat Tubuh: 28-37 gram

– Jenis burung Lovebird kacamata nyasa yang masih muda memiliki bulu pipi warna hitam. Bagian pangkal paruh nampak ada bercak hitam pula.

– Jenis Lovebird betina dan jantan Agapornis Liliane susah dibedakan.

Lovebird Kacamata Nyasa endemik di beberapa negara, antara lain: Tanzania, Mozambik, Zimbabwe, Malawi, dan Zambia. Sedangkan habitat dari jenis Loverbird ini adalah di pohon Mopane dan Akasia. Biasanya mereka lebih senang berada di pohon yang letaknya tak jauh dari sungai. Jenis Lovebird ini memiliki sistem mutasi warna, yaitu warna mutasi Lovebird Kacamata Nyasa Lutino.

Lovebird Kacamata Nyasa melakukan kawin pada 2 musim kawin, yakni: Januari hingga Maret atau Juni hingga Juli. Setelah perkawinan itu, betina akan bertelur sebanyak 3-8 butir untuk sekali masa bertelur. Proses pengeramannya sendiri memakan waktu 22 hari. Dan bayi dari jenis Lovebird ini baru berani keluar sarang setelah 44 hari pasca menetas.

Jenis Lovebird Kacamata Nyasa hidup berkoloni, apalagi saat musim dingin. Mereka biasanya berbagi sarang dan makanan pula. Untuk makanannya di alam, mereka biasanya memakan beras liar, bunga, biji-bijian, millet, dan biji rumput. Mereka juga doyan makan buah-buahan.

Dulu keberadaan jenis Loverbird Kacamata Nyasa sangatlah banyak. Namun semenjak banyak terjadi kerusakan alam dan hutan di semua negara habitatnya, kini eksistensi burung cantik warna-warni ini terancam punah. Jumlahnya diperkirakan kurang dari 20.000 ekor saja. Sungguh miris, maka dari itu, manusia perlu membantu pengembangbiakkannya.

4. Jenis Lovebird Agapornis Fischer (Lovebird Kacamata Fischer)

Agapornis Fischer, Lovebird Kacamata Fischer

Nama Ilmiah: Agapornis Fischer

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Kacamata Fischer

– Inggris: Fischer‘s Lovebird

– Italia: Inseparabile di Fischer

– Jerman: Pfirsichköpfchen

– Perancis: Inseparable de Fischer

– Portugis: Agapornis Fischer

– Slovakia: Agapornis Fiser

– Spanyol: Agapornis Fischer

– Swedia: Fischers Dvärgpapegoja Rödhuvad Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Kacamata Fischer:

– Panjang Tubuh: 15 cm

– Berat Tubuh: 42-58 gram

– Jenis burung Lovebird kacamata Fishcer dewasa bulunya dominan warna hijau

– Lovebird Fischer muda warna bulunya lebih

– Iris mata berwarna coklat

– Antara betina dan jantan Jenis Lovebird Kacamata Fischer susah dibedakan.

Jenis Lovebird Kacamata Fischer menyebar di Afrika secara merata. Mulai dari bagian timur, tenggara, selatan, hingga tengah. Burung ini juga sering nampak di sekitaran danau Victoria yang terletak di Tanzania Utara. Namun bila danau sedang kering, beberapa di antara burung Lovebird ini memilih migrasi ke barat Rwanda. Mereka mencari tempat di mana banyak air melimpah.

Spesies Lovebird Kacamata Fischer ditemukan pada abad ke-19 oleh Gustaf Fischer. Untuk mengapresiasi penemuaan inilah akhirnya jenis Lovebird ini dinamai Fischer. Setelah penemuan pertama ini, barulah mutasi-mutasi alias sub-spesies mulai banyak ditemukan. Seperti pada tahun 1957 seorang bernama R. Horsham berhasil menemukan mutasi Lovebird kacamata Fischer di Afsika Selatan.

Kemudian sekitar tahun 1959, Dr. F Wafword berhasil menemukan sub spesies mutasi warna Lovebird Kacamata Fischer berwarna kuning dan biru. Sejak itulah spesies Fischer ini mulai banyak menyita perhatian. Banyak ahli burung terus berpetualang mencari sub spesies baru dari jenis Lovebird yang bisa terbang cepat ini.

Memang benar bahwa jenis Lovebird Agapornis Fischer ini memiliki kemampuan terbang yang sangat cepat. Bahkan kepakkan sayapnya bisa terdengar jelas oleh manusia. Kicau burung Lovebird ini juga sangat keras. Benar-benar jenis burung yang cerewet, berisik sekali. Tapi inilah yang justru jadi nilai jualnya.

Jenis Lovebird Kacamata Fischer memiliki makanan yang beragam, mulai dari biji-bijian hingga buah-buahan. Saking cerdiknya mereka dalam meramu dan berburu makanan, banyak petani jangung dan Millet jadi kesal. Bilamana lahan pertanian mereka diserang oleh kolono Lovebird Fischeri ini.

Musim kawin dari jenis Lovebird Kacamata Fischeri terjadi 2 kali dalam setahun. Yaitu pada bulan April-Juni dan Juni-Juli. Mereka membuat sarang di pohon-pohon raksasa yang tingginya mencapai 15 meter di atas permukaan tanah. Di sarang inilah mereka menyimpan telur selama 23 hari. Anakan Lovebird Kacamata Fischer baru bisa keluar sarang usai 42 hari pasca menetas.

Warna mutasi dari jenis Lovebird Kacamata Fischer adalah Lovebird Kacamata Fischer Biru dan Fischer Kuning. Persilangan di antara keduanya menghasilkan mutasi Lutino dan Albino. Secara keseluruha, tiap jenis mutasi memiliki karakter sifat yang sama.

5. Jenis Lovebird Agapornis Roseicollis (Lovebird Muka Salem)

Agapornis Roseicollis, Lovebird Muka Salem

Nama Ilmiah: Agapornis Roseicollis

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Muka Salem

– Inggris: Peach-Faced Lovebird

– Italia: Inseparabile a faccia rosa

– Jerman: Rosenköpfchen

– Perancis: Inseparable a face rose

– Portugis: Roseicollis

– Slovakia: Agapornis Ruzovohrdly

– Spanyol: Agapornis Roseicollis

– Swedia: Rosenhuvad Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Muka Salem

– Panjang Tubuh: 15 cm

– Berat Tubuh: 46-63 gram

– Jenis burung Lovebird Muka Salem bulunya dominan warna hijau

– Agapornis Roseicollis memiliki paruh warna kuning gading

– Iris mata berwarna coklat tua

– Antara Jenis Lovebird Jantan dan Betina susah dibedakan

Jenis Lovebird Muka Salem memiliki sinonim nama Peach Lovebird. Merupakan jenis Lovebird yang berasal dari Gurun Namibia di sebelah barat daya Afrika. Burung ini terkenal memiliki kepekaan sosial. Mereka supel dan pandai bergaul di alam dengan sesama Lovebird. Pertemanan antar Lovebird membuat mereka tampil berkoloni dalam kelompok kecil.

Burung Lovebird Muka Salem memiliki bulu dominan hijau. Namun pada bagian bawahnya kuning. Sedangkan bagian mata dan bulu dahinya warna merah. Iris matanya sangat cantik karena berwarna coklat tua. Sayapnya warna hijau dengan semu biru. Kemudian paruhnya ternyata berwarna kuning gading. Lalu pada kakinya, berwarna abu-abu.

Persebaran Lovebird Muka Salem tak lepas dari daya jangkau terbangnya. Mereka bisa terbang dari Gurun Namibia ke Lembah Sungai di sisi barat laut Afrika Selatan. Burung ini bisa terbang hingga ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut. Dan mereka mencari pohon-pohon besar berdaun lebar untuk bersarang. Biasanya mereka memiliki sarang pohon yang dekat dengan sumber mata air. Karena ternyata jenis Lovebird ini sangat hobi mandi. Sesering mungkin mereka bakal mandi. Mereka juga senang berkeliaran di sekitar sungai atau kolam air, untuk minum atau sekadar bermain-main ala burung.

Menginjak tahun 1818, seorang ahli burung bernama Louis Jean-Pierre Viellot memberikan publikasi. Burung Lovebird Muka Salem ini telah dipatenkan namanya menjadi Agapornis Roseicollis. Setelah sebelumnya masyarakat maupun scientist mengenalnya sebagai Rosecollis Psittacus. Kata ahli burung asal Perancis ini, dinamai Agapornis biar seragam dengan jenis Lovebird yang lainnya.

Lovebird Muka Salem menjadi primadona di kalangan pecinta burung karena suaranya yang paling keras dibanding jenis Lovebird lainnya. Selain itu juga penangkarannya mudah, cocok dikembangbiakkan secara berkelompok dengan sesama Lovebird, bahkan dengan jenis burung lain selain Lovebird. Ini tentu saja merupakan perwujudan dari watak Agapornis jenis Muka Salem, bahwa mereka di mana pun beradanya. Baik di alam bebas maupun penangkaran, selalu saja bersikap ramah dan baik.

Jenis Lovebird Muka Salem memiliki beberapa warna mutasi, seperti:

  1. Albino (bulu warna putih dengan bola mata merah)
  2. Cinnamon (warna bulu coklat semu kuning)
  3. Pied (memiliki bercak warna-warni)
  4. Golden Cherry (penampilan bulu kuning dan ada pula yang merah muda)
  5. Lutino (warna bulu kuning dengan warna bola mata merah)
  6. Biru (bulu warna kebiruan)

6. Jenis Lovebird Agapornis Pullaria (Lovebird Muka Merah)

Agapornis Pullaria, Lovebird Muka Merah

Nama Ilmiah: Agapornis Pullaria

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Muka Merah

– Inggris: Red-Faced Lovebird

– Italia: Inseparabile a faccia rossa

– Jerman: Orangeköpfchen

– Perancis: Inseparable à tête Rouge

– Portugis: Agapornis Pullaria

– Slovakia: Agapornis Oranzovocely

– Spanyol: Agapornis Pullaria

– Swedia: Orangehuvad Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Muka Salem:

– Panjang Tubuh: 15 cm

– Berat Tubuh: 43 gram

– Jenis burung Lovebird muka salem dominan warna merah

– Antara betina dan jantan jenis Lovebird Muka Salem mudah dibedakan dari warna bulunya yang di bawah sayap. Kalau betina hijau, sedangkan jantan warna hitam.

Jenis Lovebird Muka Merah memiliki habitat persebaran di antara Afrika Tengah hingga ke barat daya Ethiopia. Semua negara yang berada di antara dua wilayah itu menjadi tempat tumbung kembang Lovebird Muka Merah. Seperti negara: Burundi, Kamerun, Kongo, Chad, Mali, Tanzania, Uganda, Gabon, Ghana. Sebagaimana jenis Lovebird Madakaskar, Lovebird Muka Merah juga susah ditangkarkan. Terutama dalam pembuatan kandang harus benar-benar persis dengan habitat aslinya di alam.

Lovebird Muka Merah memiliki kebiasaan unik dalam membuat sarang. Yaitu mereka menggunakan 2 teknik pembuatan sarang. Sarang di dalam tanah dan sarang di pohon. Kalau yang sarang pohon biasanya berkoloni dalam jumlah besar, bahkan dengan Lovebird jenis lain. Tapi kalau di dalam tanah, hanya diisi beberapa Lovebird saja.

Sarang Lovebird di dalam tanah dibuat oleh para betina dengan cara menggali sedalam 30 cm dari permukaan tanah. Lubang ini pun akan seperti terowongan pada akhirnya. Nah, karena kebiasaan membuat sarang dalam tanah inilah. Kalau kita ingin coba menangkarkan Lovebird Muka Merah, kita mesti menyiapkan gundukan tanah. Agar Lovebird Muka Merah mau menggalinya secara natural. Namun media tanah ini juga bisa diganti dengan gabus, supaya suhu ideal 27 derajat celcius bisa terpenuhi.

Terdapat 3 jenis Lovebird Muka Merah jantan, yaitu:

(1) Lovebird Muka Merah Jantan: bulu burung dominan hijau dan kekuningan pada bagian bawahnya. Dahi dan mukanya berwarna oranye kemerahan. Sedangkan sisi tunggirnya biru. Bulu pda bagian bawah sayapnya warna hitam. Ekornya warna hijau. Paruh tampak berwarna oranye. Sedangkan iris matanya coklat tua. Dan yang terakhir pada bagian kaki warna abu-abu.

(2) Lovebird Muka Merah Betina: warna dahinya oranye. Bagian bawah sayapnya tampak warna hijau.

(3) Lovebird Muka Merah Muda: pada bagian dahi dan wajahnya kekuningan. Bulu pada bagian bawah sayap berwarna hitam bila pada burung berjenis kelamin jantan. Sedangkan burung betina, bawah sayapnya hijau. Paruhnya berwarna coklat kemerahan dan tampak ada cerat atau bercak kehitaman di pangkal paruh bagian atas.

7. Jenis Lovebird Agapornis Abyssinia (Lovebird Sayap Hitam)

Agapornis Abyssinia, Lovebird Sayap Hitam

Nama Ilmiah: Agapornis Abyssinia

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Sayap Hitam

– Inggris: Abyssinian Lovebird

– Italia: Inseparabile d’Abyssinia

– Jerman: Taranta-Unzertrennlicher Bergpapageien

– Perancis: Inseparable d’Abyssinie

– Portugis: Agapornis Taranta

– Slovakia: Agapornis Etiopsky

– Spanyol: Agapornis Taranta

– Swedia: Abessink Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Muka Salem:

– Panjang Tubuh: 15-16,5 cm cm

– Berat Tubuh: 55-65 gram

– Jenis burung Lovebird Abisinia Jantan dominan warna hijau

– Lovebird Muka Salem Betina juga warna hijau dominan bulunya

– Jenis Lovebird Abisinia Muda paruhnya warna kuning semu coklat

– Burung jantan dan betina sangat mudah dibedakan dari bulunya

Lovebird Sayap Hitam adalah jenis Lovebird yang memiliki nama lain Lovebird Abisina. Habitat asli dari burung ini adalah di barat daya negara ethiopia hingga sisi selatan Eritrea. Lovebird Sayap Hitam suka dengan suhu udara yang rendah (dingin). Maka tak heran bila burung ini mendiami wilayah pegunungan atau dataran tinggi.

Jenis Lovebird Abisina memakan biji dan buah-buahan,di antaranya adalah biji jagung dan buah ara, bahkan apel. Mereka juga memiliki kemampuan memakan kwaci alias biji bunga matahari. Kemudian kalau urusan sarang, mereka akan bersarang di rongga pohon. Pohon-pohon pegunungan biasanya kan besar-besar dan berongga.

Lovebird Sayap Hitam termasuk jenis Lovebird yang susah dikembangbiakkan karena manusia harus bisa menyesuaikan mood burung ini yang berubah-ubah. Meskipun sudah dikembangbiakkan di daerah pegunungan pun, mereka tidak mesti selalu bisa tumbuh. Maka tak heran, bila Lovebird Abisina ini sangat langka.

Betina dari Jenis Lovebird sayap Hitam Abisina akan mengerami telurnya selama 23 hari. Lepas dari itu, anakan Lovebird dinyatakan menjadi dewasa dan siap keluar sarang setelah berumur 45 hari pasca menetas. Oleh karena susahnya penangkaran burung Lovebird Sayap Hitam ini, perburuan liarnya makin merajalela. Bahkan telur-telur burung ini pun banyak dicuri dari sarangnya oleh manusia.

8. Jenis Lovebird Agapornis Cana (Lovebird Kepala Abu-Abu)

Agapornis Cana, Lovebird Kepala Abu-Abu

Nama Ilmiah: Agapornis Cana

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Kepala Abu-Abu

– Inggris: Grey-Headed Lovebird

– Italia: Inseparabile del Madagaskar

– Jerman: Grauköpfchen

– Perancis: Inseparable a tete Grise

– Portugis: Agapornis Cana

– Slovakia: Agapornis Sivohlavy

– Spanyol: Agapornis Cana

– Swedia: Grahuvad Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Kepala Abu-Abu:

– Panjang Tubuh: 14 cm

– Berat Tubuh: 30-50 gram

– Jenis burung Lovebird kepala abu-abu bulunya dominan warna hijau

– Lovebird madagaskar alias kepala abu-abu ini warna paruhnya juga abu-abu

– Iris mata berwarna coklat

– Antara betina dan jantan Lovebird kepala abu-abu mudah dibedakan dari bulu kepalanya. Kalau jantan warna kelabu, sedangkan betina warna hijau muda

Lovebird Kepala Abu-Abu memiliki nama lain Lovebird Madagaskar. Sesuai dengan namanya, jenis Lovebird ini berasal dari Madagaskar, sebuah negara berbentuk kepulauan kecil di benua Afrika. Secara garis besar, burung ini terbagi menjadi 3 spesies, yaitu: (1) Lovebird Madagaskar Muda. (2) Lovebird Madagaskar Betina. (3) Lovebird Madagaskar Jantan.

Jenis Lovebird Madagaskar ini sangat sulit ditemukan keberadaannya saat ini. Artinya benar-benar sudah mengalami kelangkaan. Apalagi burung ini juga susah dikembangbiakkan oleh manusia, dalam arti susah ditangkarkan. Karena Lovebird Kepala Abu-Abu ini memiliki kecenderungan susah adaptasi dengan kondisi lingkungan yang baru. Apalagi di penangkaran yang notabene buatan manusia.

Selain itu, burung ini juga susah untuk adaptasi dengan perubahan musim dan cenderung jadi burung yang gampang stress. Maka angka harapan hidup, jenis Lovebird Madagaskar jika tidak di habitat aslinya memang sangat rendah. Meskipun sudah direkayasa untuk menenangkan mental burung ini dengan sistem Handfeeding. Tetap saja burung ini akan kembali ke sifat aslinya yang tidak adaptif, pemalu, dan sensitif.

Jenis Lovebird Kepala Abu-Abu atau Lovebird Madagaskar ini makannya juga biji-bijian dan berbagai macam rumput. Mereka juga doyan buah dan sayur. Ketersediaan pangan dari alam, apapun yang ada bakal mereka makan.

9. Jenis Lovebird Agapornis Swindernania (Lovebird Kerah Hitam)

Agapornis Swindernania, Lovebird Kerah Hitam

Nama Ilmiah: Agapornis Swindernania

Nama Lain di Berbagai Negara:

– Indonesia: Lovebird Kerah Hitam

– Inggris: Black-Collard Lovebird

– Italia: Inseparabile Collare Nero di Liberi

– Jerman: Grunköpfchen

– Perancis: Inseparable a Collier Noir

– Portugis: Agapornis Swinderniana

– Slovakia: Agapornis Zelenohlavy

– Spanyol: Agapornis Swinderniana

– Swedia: Gronhuvad Dvärgpapegoja

Ciri Fisik dan Warna Jenis Loverbird Kerah Hitam:

– Panjang Tubuh: 13 cm

– Berat Tubuh: 40-45 gram

– Jenis Lovebird Kerah Hitam bulunya dominan warna hijau

– Pada lehernya ada garis hitam yang tampak hitam seperti kerah

Jenis Lovebird Kerah Hitam memiliki habitat asli di Afrika Tengah dan Barat. Ada keunikan dalam hal persebaran dari Lovebird ini, bahwa mereka akan menyebar hanya di daerah yang dilintasi garis ekuator. Spesiesn Lovebird Kerah Hitam ini mendiami banyak negara, di mana wilayahnya ada yang dilintasi garis ekuator, antara lain: Liberia, Uganda, Gabib, Kongo, Afrika Tengah, Pantai Gading, Kamerun, dan Ghana.

Jenis Lovebird yang memiliki nama ilmiah Agapornis Swinderiana ini pertama kali ditemukan pada tahun 1820 oleh Theodore van Swinderem, seorang profesor ahli burung dari Universitas Groningern Belanda. Ia menemukan jenis Lovebird ini di atas pohon-pohon hutan saat dalam penjelajahannya. Memang jenis Agapornis ini lebih suka tinggal di sarang-sarang tinggi, karena mereka sangat pemalu.

Perlu anda ketahui, jenis Lovebird Kerah Hitam hampir tidak pernah dikembangbiakkan dengan bantuan manusia karena memang mereka susah sekali untuk ikuti cara penangkaran manusia. Lagipula, manusia juga akan kesulitan mengurus burung cantik ini karena makanan mereka khusus. Berupa daging buah ara jenis tertentu, yang tidak begitu dipahami manusia. Dan lagi, buah Ara tidak ditemukan di semua negara.

Terdapat 3 jenis Lovebird Agapornis Swinderiana, yaitu:

1. Agapornis Swinderiana Swinderianus: mereka menyebar di negara Liberia, Ghana dan Pantai Gading.

2. Agapornis Swinderiana Zenkeri: dapat ditemukan di Kamerun, Kongo, dan Gabon..

3. Agapornis Swinderiana Emini: memiliki habitat di Kongo dan Uganda.

Demikianlah seluruh pemaparan tentang 9 jenis Lovebird, ciri fisik, warna, dan penyebarannya di dunia. Kami berharap informasi ini berguna untuk anda para pecinta burung. Mudah-mudahan dengan uraian di atas, anda jadi makin mengenal identitas burung primadona kita semua, Lovebird yang cantik dan bersuara merdu.

Loading...
Cara Merawat Harian Lovebird Kusumo, Perawatan Harian Lovebird, Lovebird Kusumo, cara merawat lovebird buat lomba, cara membuat lovebird rajin ngekek, ciri fisik lovebird ngekek panjang, agar lovebird rajin ngekek

4 Cara Merawat Lovebird Harian Agar Ngekek Panjang

Cara Membedakan Lovebird Jantan dan Betina, Ciri Lovebird Jantan, Ciri Lovebird Betina, Gambar Cara Membedakan Lovebird Jantan dan Betina

28 Cara Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Beserta Gambar