13 Cara Memilih Murai Batu Bakalan Bagus dan Bermantal Juara

0
192

Kicauburung.id – Memilih Murai Batu bakalan, anakan, ombyokan, trotolan maupun bahan bukan merupakan perkara mudah dan susah, asalkan kita paham cara memilihnya. Bakalan Murai Batu yang diperoleh dari hasil ternak akan lebih mahal ketimbang yang berasal dari perburuan atau penangkapan hutan. Kita tahu bahwa Murai Batu bakalan hasil tangkapan hutan murah karena giras, tidak jinak dan bahkan belum terbiasa makan voer sebagai makanan utamanya.

Murai Batu Bakalan, Murai Batu Trotolan, Murai Batu Bahan, Murai Batu Ombyokan

Nah bagi para pemula sebaiknya jika membeli Murai Batu bakalan harus jeli dan berhati-hati. Kita tahu banyak sekali pedagang menawarkan Murai Batu bahan dengan harga yang murah, namun kualitasnya belum tentu bagus. Bahkan anda juga harus jeli dan tahu ciri- ciri memilih bahan Murai Batu bakalan yang didapat dari hasil pancingan menggunakan kail. Karena jika kita membelinya presentase kematian Murai tersebut 90%.

Jadi ada harus tahu dan paham bagaimana cara memilih Murai Batu bakalan yang bagus. Perhatikan dan pahami cara memilih Murai Batu bakalan di bawah ini. Maka anda akan mendapatkan bakalan Murai Batu yang istimewa, juara dan bemental bagus.

Cara Cerdas Memilih Murai Batu Bakalan :

1. Suara atau Ketrekan

Murai Batu bakalan atau anakan yang bagus mempunyai kicauan yang keras. Suara atau ketrekan pada Murai Batu bakalan yang bagus yaitu terdengar nyambung atau mempunyai jeda yang lama. Nah dari situlah kita akan tahu potensi dari Murai Batu bakalan tersebut.

2. Bentuk Fisik dan Ukuran

Bakalan Murai Batu anakan yang ideal memiliki bentuk tubuh yang panjang serta besar. Pada saat tumbuh dewasa burung yang memiliki ukuran tubuh panjang dan besar, akan kelihatan gagah apabila mengeluarkan kicauan. Dari faktor itulah nantinya dapat mempengaruhi mental burung lain apabila di ikut sertakan dalam lomba burung berkicau.

3 Kepala

Kebanyakan Murai Batu mempunyai bentuk kepalanya agak bulat. Tetapi untuk burung Murai Batu bakalan yang bagus mempunyai postur kepala tidak bulat, atau berkepala agak gepeng. Kepala bakalan Murai Batu yang agak gepeng akan menambah gaya dan penampilan pada saat berkicau.

4. Mata

Bakalan Murai Batu yang bagus memiliki mata yang sehat. Jadi jika anda ingin membeli bakalan, maka amatilah kondisi fisik mata burung tersebut. Jangan memilih burung Murai Batu bakalan yang mempunyai mata katarak atau terdapat selaput putih pada bola mata sang burung.

5. Kaki

Pilihlah kaki burung Murai Batu anakan atau bakalan yang mepunyai warna hitam. Banyak orang yang berasumsi bahwa burung yang mmempunyai kaki hitam memiliki mental kuat saat bertanding. Selain itu lihat juga kuku kelingking bagian belakang, jika mempunyai warna kedua kuku tidak sama itu berarti burung bakalan Murai Batu tidak memiliki mental yang stabil saat bertanding. Jangan memilih juga burung yang mempunyai kaki cacat, karena dapat mempengaruhi performa saat dalam perlombaan.

6. Paruh

Murai Batu anakan atau bakalan yang bagus memiliki paruh panjang dan tebal. Murai Batu yang mempunyai ciri paruh tersebut, nantinya akan mempunyai suara dan tajam dan keras. Pilih bakalan yang mempunyai lubang hidung dekat dengan mata.

7. Ekor

Burung Murai Batu Bakalan yang prospek mempunyai ekor yang rapat, tidak begitu tebal dan panjang. Kita akan bisa melihat bahwa burung Murai akan melentikkan ekornya saat berkicau. Jadi sebaiknya anda menghindari memilih burung Murai Batu bakalan yang tidak memiliki ekor, karena anda tidak akan tahu burung yang anda beli memiliki ekor yang menawan atau tidak.

8. Leher

Ciri burung Murai Batu anakan atau bakalan yang bagus biasanya mempunyai leher yang besar dan panjang. Burung Murai yang mempunyai ciri tersebut nantinya akan mempunyai suara kicauan yang panjang serta keras.

9. Bulu

Pada umunya Murai Batu memiliki bulu dada berwarna coklat. Namun jika anda bisa mendapati atau memilih Murai dengan bulu dada agak berwarna kekuningan, maka anda angat beruntung. Burung Murai Batu bahan yang mempunyai warna bulu dada seperti itu, biasanya cenderung cepat jadi dan cepat bunyi.

10. Usia

Usia burung sangat berpengaruh dalam perlombaan. Kita tahu faktor mental akan sangat berpengaruh kedepannya pada sang burung yang akan kita pilih. Jadi menaksir usia Muria Batu bakalan dapat anda lakukan dengan cara membuka mulut atau paruhnya, selanjutnya lihat pada bagian rongga mulutnya. Jika dalam rongga mulut terdapat warna putih dan cerah, maka bisa dipastikan burung tersebut masih berumur muda. Namun jika rongga mulut bakalan Murai Batu berwarna hitam itu tandanya burung sudah berumur tua.

11. Kelamin

Saat memilih Murai Batu bakalan di pasar atau toko burung, pilihlah burung yang mempunyai kelamin jantan. Burung Murai Batu berkelamin jantan akan mempunyai suara berfariasi dan bisa di ikutkan dalam perlombaan.

12. Tingkah Laku

Burung Murai Batu bakalan yang memiliki mental tangguh dan kuat akan menjerit dan mematuk-matuk saat kita berusaha untuk memegangnya.

13. Kesehatan

Mempunyai burung yang sehat adalah kemauan semua orang. Jadi ketika memilih bakalan Murai Batu, maka pilihlah yang berkondisi sehat. Ciri-cirinya yaitu kita dapat melihat posisi sayap Murai bakalan mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat. Kedua ciri tersebut menggambarkan bahwa Murai bahan tersebut sehat.

Banyak orang bertanya Murai Batu yang bagus dari daerah mana? jawabanya sebenarnya simple. Dalam memilih Murai Batu bakalan kita harus tahu kondisi keuangan kita. Kita tahu burung Murai Batu yang bagus yaitu Murai Batu Nias, Murai Batu Medan dan bahkan Murai Batu Borneo. Bagus atau tidaknya itu tergantung pada kesukaan, isi dompet dan hoki.

Baca Juga: 11 Jenis Murai Batu, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Itulah 13 cara memilih burung Murai Batu bakalan yang bagus agar anda dapat memiliki burung dengan kualitas super dan mengagumkan. Selain itu anda juga harus berhati-hati dalam merawat burung tersebut. Banyak sumber-sumber yang menyarankan untuk sering-sering memandikan burung dengan cara semprot / spray namun sebenarnya jika kita memandikan burung secara berlebihan akan menjadikan burung merasa stress, kesehatan terganggu, tidak mau makandan berujung pada kematian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here