Ternak Murai Batu, Cara Ternak Murai Batu, Penjodohan Murai Batu

9 Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula Agar Sukses

Kicauburung.id – Cara budidaya, penangkaran dan ternak Murai Batu bagi pemula agar sukses. Sekarang ini, burung menjadi salah satu alternatif hobby yang banyak diminati oleh orang-orang. Bermula dari hobby, Anda dapat menghasilkan uang dari hobby burung tersebut dengan cara mengikuti lomba-lomba burung seperti lomba kicau burung atau lomba burung lainnya. Salah satu jenis burung dengan kicau terbaik adalah Murai Batu. Sayangnya masih banyak yang tak mengerti bagaimana cara ternak Murai Batu dengan benar.

Ternak Murai Batu, Cara Ternak Murai Batu, Penjodohan Murai Batu

Murai Batu merupakan salah satu jenis burung dengan nilai ekonomis tinggi. Anakan dari Murai Batu dapat mencapai Rp. 2 Juta sampai Rp. 5 Juta untuk umur 2 sampai 3 bulan. Namun semuanya juga tergantung dari kualitas indukan. Karena itulah selain kicaunya yang merdu, Murai Batu juga cocok dalam bisnis yang menguntungkan seperti diatas. Maka banyak sekali yang ingin berbudidaya atau ternak Murai Batu.

Tidak hanya itu, jika Murai Batu Anda berprestasi dalam memenangkan berbagai macam lomba, tidak dipungkiri Anda bisa mendapat perolehan puluhan bahkan ratusan juta karena harga seekor Burung Murai Batu berprestasi sangatlah tinggi.

Untuk Anda yang memiliki Burung Murai Batu dan tak tahu apa yang harus dilakukan khususnya pemula, Anda dapat menemukan cara yang tepat dalam permasalan merawat Murai Batu pada artikel ini. Tidak hanya yang memiliki, untuk Anda yang berminat dan berencana untuk berternak Murai Batu dapat memulai sesuai dengan tuntunan cara ternak Murai Batu yang benar dibawah ini.

1. Penentuan Lokasi Murai Batu yang Bagus

Jangan remehkan lokasi dari sangkar burung, sama seperti kita manusia, burung juga memerlukan lokasi yang pas agar tetap merasa nyaman. Resiko jika salah lokasi pada penangkaran burung banyak sekali, salah satunya adalah Murai Batu yang tak mau bertelur akibat lokasi kandang yang ia tak sukai.

Selain itu, lokasi kandang yang bagus juga dapat mempermudah si perawat dalam memberikan minum, pakan, pembersihan kotoran sampai proses perkawinan. Lokasi yang pas untuk Murai Batu adalah berada ditempat luas dan terbuka seperti samping rumah atau depan rumah. Namun perlu diperhatikan, Murai Batu tak menyukai tempat yang bising jadi pastikan untuk memilih tempat yang tenang jauh dari segala gangguan.

2. Penentuan Ukuran Kandang yang Benar

Ukuran kandang yang pas untuk segala jenis burung adalah kandang yang tak terlalu luas namun tak terlalu sempit juga. Namun ukuran sedang dari setiap burung kadang berbeda, jadi ukuran sedang berapa yang pas pada kandang Murai Batu? Coba Anda perhatikan ukuran kandang yang bagus untuk Murai Batu dibawah ini.

Ukuran kecil: 60cm x 60cm x 60 cm.

Ukuran sedang: 100 cm x 200 cm x 200 cm.

Ukuran besar: 200 cm x 200cm x 300 cm.

Keterangan: Panjang x lebar x tinggi.

Bisa dilihat ukuran yang bagus adalah sedang. Ada beberapa alasan kenapa kita tak bisa memilih kecil atau besar, memang semuaya ukuran cukup bagus namun kecil dan besar memiliki resiko tersendiri. Jika kandang besar, burung akan terus terbang dengan leluasa sehingga burung akan cepat lelah dan tak baik saat akan diperlombakan. Sedangkan kandang kecil sebaliknya, burung tak bisa lebih bebas dan dapat berakibat buruk untuk produktivitas burung.

3. Pelengkap Peralatan Kandang Murai Batu

Perlengkapan yang harus ada dalam perawatan Kandang Murai Batu adalah bahan sarang, tenggeran dan sarang Murai Batu. Untuk tempat bersarang, Anda dapat menggunakan bahan baskom atau plastik kecil berbentuk wadah. Anda juga bisa menggunakan anyaman bambu, kuali bekas, tempat nasi dan semacamnya.

Tenggeran harus diperhatikan lokasi dan penempatannya, pastikan tak mengganggu sang burung untuk terbang. Tenggeran biasa sedikit berbeda dengan tenggeran yang dipakai untuk mengawinkan burung, jadi hati-hati saat pemasangan. Ukuran diameter yang banyak direkomendasikan dalam cara merawat Burung Murai Batu adalah diameter 0,15 sampai 0,2.

Cara perawatan tempat pakan dan air minum Murai Batu harus benar-benar baik. Pastikan tempat pakan dan air minum tak mengandung bahan kimia yang “Mungkin” tak sengaja Anda tumpahkan, jadi pastikan pembersihannya sebersih mungkin.

Berikut Tips Perawatan Kandang Burung Murai Batu:

  1. Bersihkan setiap hari.
  2. Ganti pakan dan air minum setiap pagi, untuk sisa pakan dan air minum kemarin sebaiknya dibuang saja.
  3. Bersihkan penampungan kotoran Murai Batu setiap hari.
  4. Dalam seminggu sekali, bersihkan sangkar secara menyeluruh.
  5. Sangkar dapat Anda bersihkan dengan Disenfektan atau Antikuman.
  6. Pembersihan tenggeran minimal 4 hari sekali.

4. Cara Memberi Makan Murai Batu dengan Benar

Agar tetap sehat, burung Anda memerlukan vitamin serta pakan segar. Pakan ekstra perlu Anda lakukan dalam meningkatkan pertumbuhan sang burung. Ekstra yang baik adalah Jangkrik, Ulat Hongkong, Belalang, Orong-Orong, Cacing serta serangga berprotein tinggi lainnya. Pastikan juga air minum yang pas, Murai Batu memerlukan 4-5 kali dari volume pakannya.

Dalam pemberian air minum, pastikan airnya yang matang sehingga terhindar dari bakteri dan kuman. Untuk makanan, Anda dapat memberikan Kroto yang sedikit mahal namun gizi yang diberikan sangat tinggi. Voer khusus untuk burung dapat juga Anda berikan. Selain karena harganya murah, gizi nya juga tak kalah dengan Kroto.

5. Cara Ternak Murai Batu Poligami

Teknik perkawinan Poligami adalah teknik dimana satu pejantan dengan beberapa betina dalam satu kandang. Anda dapat menaruh 1 pejantan dengan 2-7 betina didalam. Berikut keuntungan Poligami Murai Batu:

  1. Menghemat indukan pejantan, apalagi indukan jantan yang berkualitas baik.
  2. Meningkatkan kuantitas anakan.
  3. Menghemat biaya kandang.
  4. Mempermudah perawatan dan lebih terkontrol.

Cara Melakukan Poligami pada Murai Batu:

  1. Masukkan dua ekor betina sebagai langkah awal yang berumur siap dikawinkan (Minimal 1 tahun) dalam kandang.
  2. Setelah 2 minggu, masukkan seekor jantan dalam kandang dua ekor betina tadi namun dengan kandangnya (Lebih kecil dari si betina). 2 minggu dipakai si betina untuk beradaptasi dengan kandang dan sangkar burung jantan agar resiko si jantan diserang oleh betina lebih kecil.
  3. Tunggu proses perkawainan. Jika Anda memerhatikan si betina bersiul-siul dan mendekati si jantan, lepas pejantan dari sangkarnya.

6. Cara Perawatan Anakan Murai Batu

Burung berusia 7-14 hari diberi makan campuran Kroto dan Voer, lakukan pemberian makan sejam sekali. Jika mencapai 15 hari, Anda dapat memberikan Kroto saja.

7. Cara Pemandian Murai Batu

Murai Batu yang mandi dapat mempercepat pergantian bulu dan mengganti bulu lama ke bulu yang baru. Cara memandikan Murai Batu dengan benar:

  1. Masukkan burung ke sangkar dengan bak mandi kecil berukuran 17cm x 10cm kedalaman 6cm didalamnya.
  2. Semprot menggunakan sprayer yang dapat dikondisikan. Tapi jangan dikenakan langsung, cobalah semprot dari luar di atas kandang sampai air jatuh dan membasahi burung.
  3. Waktu yang pas menadian adalah pukul 7 pagi sampai 10 pagi.

8. Cara Penjemuran Murai Batu

Jemurlah Murai Batu Anda sekitar pukul 7 – 10 pagi selama 20 menit sampai 1 jam. Perhatikan suhu sekitar, jangan menjemur burung dengan suhu terlalu panas atau resiko terbesar adalah dapat membuat burung mati.

9. Tips Memeriksa Kondisi Murai Batu

Jika Anda melakukan segala tips cara merawat Murai Batu diatas maka tak perlu khawatir akan resiko negatif yang dapat terjadi. Namun, beberapa tips yang dapa diberikan semoga bermanfaat. Tips pertama adalah pastikan tak mengabaikan pakan minum Murai Batu, silahkan ikuti panduan diatas. Kedua adalah jika Anda mendapati burung Anda sedang mengalami gangguan kesehatan, ada baiknya Anda tidak langsung mengambil keputusan tanpa pengetahuan mendasar dan lebih baik bawa burung Anda ke spesialis dokter burung.

Baca Juga: 2 Pakan Pengganti Kroto Untuk Murai Batu Agar Sehat

Modal dan Laba Ternak Murai Batu (Perhitungan)

Modal Usaha:

Murai Batu Medan sepasang Rp 17.000.000

Murai Lampung sepasan Rp 15.000.000

Murai Nias Ekor Hitam 2 ekor @Rp 1.250.000 = Rp 2.500.000

Murai Betina Medan 2 ekor @Rp 1.500.000 = Rp 3.000.000

Biaya kandang Bahan Batako size 5m x 2m x 2 m Rp 15.000.000

Biaya Inkubator Rp 3.000.000

Keseluruhan Rp 55.000.000

Biaya Lain-lain (4 bulan sekali)

Penyusutan sangkar 120 hari Rp 15.000.000 x 4/120 = Rp 500.000

Penyusutan incubator dalam 60 hari Rp 3.000.00 x 4/60 = Rp 200.000

Voer 12 bungkus @Rp 20.000 = Rp 240.000

Pakan jangkrik 3 karung @Rp 50.000 = Rp 150.000

Pakan kroto 3 kg @Rp 100.000 = Rp 300.000

Perawatan lainnya Rp 450.000

Keseluruhan Rp 1.750.000

Masukan Penjualan (Dalam 4 bulan)

4 ekor Murai Batu Medan Rp 10.000.000

4 ekor Murai Batu Lampung Rp 3.000.000

4 ekor Murai Batu Nias medan Rp 5.000.000

20 Trotolan Anakan umur 3 bulan @Rp 1.000.000 = Rp 20.000.000

Keuntungan (Dalam 4 bulan)

Biaya penujualan – Biaya lain-lain

Rp 30.000.000 – Rp 1.750.000 = Rp 28.070.000

Baca Juga: 34 Cara Membedakan Murai Batu Jantan dan Betina

Jika Anda ingin memulai dan serius dalam ternak Murai Batu, Anda dapat memilih jenis Murai Batu karena Murai Batu terbilang banyak memiliki jenis. Cara ternak Murai Batu dan cara perkawinan Poligami Murai Batu diatas dapat Anda lihat dan terapkan, semua yang ditulis adalah yang tebaik untuk Anda.

Loading...
Memaster Murai Batu

5 Cara Memaster Murai Batu Paling Ampuh dan Efektif

Jenis Murai Batu, Macam Murai Batu, Murai Batu Luar Negeri, Murai Batu Indonesia, Murai Batu Nias, Murai Batu Aceh, Murai Batu Kalimantan, Murai Batu Lampung, Murai Batu Borneo, Murai Batu Jawa, Murai Batu Jambi, Murai Batu Malaysia, Murai Batu Thailand, Murai Batu Filipina, Murai Baru Medan

11 Jenis Murai Batu, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya