8 Cara Ternak Pleci Bagi Pemula Agar Sukses

0
2509

Kicauburung.id – Cara budidaya, penangkaran atau ternak Pleci bagi pemula agar sukses dan menghasilkan omset jutaan. Sekarang ini, banyak sekali orang-orang khususnya pecinta burung yang memulai usaha dalam penangkaran burung seperti Murai Batu, Kacer, Cucak Hijau, Lovebird dan lainnya. Namun semua burung tadi merupakan jenis burung dengan tubuh yang besar. Untuk jenis burung Pleci dan burung mungil lainnya, penangkarannya sedikit berbeda dengan burung bertype besar. Perlu ketelitian tinggi dalam merawat burung Pleci dan burung mungil lainnya.

Cara Ternak Pleci, Cara Penangkaran Pleci, Cara Budidaya Pleci

Naman sebelum memulai mencoba penangkaran atau ternak Pleci, ada baiknya Anda mengetahui betul bagaimana cara merawat burung Pleci dengan benar sebagai pemula. Baik itu bagaimana cara mempersiapkan makan pakan, minum, perawatan kandang dan hal-hal penting lainnya. Di artikel ini, Anda akan dituntun cara berternak Pleci untuk pemula dengan benar mulai dari tahap awal penjodohan sampai menetas.

Proses dan CaraTernak Pleci Yang Benar :

1. Persiapan Sebelum Memulai Ternak Pleci

  • Pilih indukan yang berkualitas. Berkualitas yang dimaksud adalah bebas dari bahan kimia, virus, bakteri dan harus bebas dari doping.
  • Indukan betina harus 1 tahun dan lebih baik memilih yang jinak, fisik sehat, suara merdu dan keras serta berasal dari indukan berkualitas. Dari segi fisik, Anda dapat mengetahui kesehatan Pleci dari warna bulunya yang lebih cerah.
  • Indukan jantan yang baik adalah berusia 1 tahun, jinak, birahi stabil, paruh lurus, gacor, kepala lebih besar, leher berisi, mata besar, dada bidang, kaki kuat, daya rekam bagus, berdiri tegak, kuat dalam mengcekram, volume keras, dan memiliki postur tubuh gagah.
  • Agar menghasilkan anakan yang berkualitas, sebaiknya Anda memilih sepasang indukan jantan dan betina dari spesies yang sama agar mudah dalam penangkarannya nanti.
  • Siapkan kandang. Dalam pemilihan kandang, Anda dapat memilih ukuran minimal 30 x 30 x 40 baik kandang gantung ataupun tidak. Anda juga dapat memilih kandan aviary ataupun soliter. Penempatan sarang yang baik adalah 7 cm dari atas atau atap sangkar dan dibawah sarang, letakkan tangkirangnya. Pada bagian bawah sebaiknya diberikan alas seperti karpet atau Koran bekas.
  • Agar sang burung tidak terganggu akibat suara bising akibat Anda yang sedang beraktivitas atau orang-orang yang lalu lalang, sebaikan Anda letakkan sangkat sekitar 1-2 meter dari kepala Anda. Selain itu, cara ini juga mencegah terjadinya sanga burung diserang oleh hewan-hewan.
  • Anda dapat membuat sarang sendiri atau bisa juga beli di toko burung sekitar yang menyediakan sangkar. Jika ingin membuat sangkar sendiri, gunakanlah bahan bambu atau kawat ram dan beri bahan sarang yang terbuat dari kapas, rumput kering, kapuk, serat nanas atau bahan halus lainnya.
  • Untuk masalah pakan, Anda dianjurkan untuk memberi Pleci pakan yang bergizi misalnya Voer lembut dengan kandungan protein yang tinggi. Untuk pakan alami, Anda dapat memberikan pakan Jangkrik Kecil, Ulat Hongkong baik kering atau Hongkong putih, Ulat Kandang, Pisang Kepok, Kroto, Nektar serta buah-buahan lainnya dengan potongan yang kecil.

2. Proses Dalam Penjodohan Pleci

Cara menjodohkan burung Pleci dapat Anda lakukan dengan mudah, cukup ikuti langkah-langkah dibawah ini. Sebelum itu, lebih baik Anda memastikan benar apa indukan Pleci tersebut kualitasnya sudah bagus atau tidak. Untuk mendapatkan indukan yang benar-benar bagus, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di point yang pertama tadi.

Pertama yang Anda harus lakukan dalam melakukan penjodohan Burung Pleci adalah mendekatkan kedua indukan selama satu sampai dua minggu setiap hari. Sembari melakukan pendakatan tersebut, Anda bisa memberi makan pakan hewani seperti jangkrik dan lainnya.

Di hari ke-5, pisah kedua sangkar sehingga saling melihat satu sama lain. Namun pemisahannya lakukan jangan terlalu jauh, biarkan keduanya bisa saling mendengar. Saat kedua Pleci sudah saling memanggil dengan suara lantang dan bertingkah seperti ingin mendekati, berarti penjodohan Anda berhasil.

Jika Anda yakin kedua indukan benar-benar sudah saling suka, pada malam harinya masukkan indukan Betina ke dalam sangkar indukan Jantan. Anda tunggu dan perhatikan, jika tingkah laku si Jantan seperti menggoda si Betina dengan ciri-ciri sang Jantan berkicau halus dan teler, berarti keduanya sudah siap untuk kawin.

Namun selama perkawinan, ada satu hal yang harus Anda pastikan dan jangan sampai hal tersebut terjadi. Hal itu adalah saat si Jantan terlalu semangat dan berujung berkelahi dengan si Betina. Jika terjadi demikian, segera pisahkan salah satu indukan Pleci agar tak berkelahi lebih lanjut. Setelah itu lakukan point ke-2 mulai dari awal, namun sebelum itu diamkan terlebih dahulu kedua Indukan Pleci ini selama 3 hari agar tak berkelahi kembali.

Tanda-tanda Pleci yang Birahi:

  • Kedua indukan saling acuh tak acuh.
  • Keduanya saling melompat-lompat atau menggaruk bulu/Merapikan bulu.
  • Si Jantan ngeriwik kemudian didis.
  • Indukan Betina tenang dan si Jantan ingin naik.
  • Indukan Jantan naik turun, dan Betina ngeriwik.
  • Tubuh sedikit bergetar saat si Jantan naik dan terdiam sebentar.
  • Jika perilaku ini telah berulang dilakukan, biasanya dua Indukan ini sudah melakukan perkawinan.

Trik lain untuk mengsukseskan proses perkawinan adalah dengan menyediakan pakan didalam sangkar seperti Voer campur buah-buahan serta ulat hongkong. Sediakan juga air mandi, air minum, vitamin dan taruh pada dua wadah yang terpisah.

3. Proses Setelah Pleci Kawin Sampai Mengerami Telur

Setelah kedua Pleci kawin, indukan Betina akan menunjukkan tanda-tandanya untuk bertelur. Proses bertelur memakan waktu 2 minggu dan dapat bertelur sebanyak 1 sampai 4 butir. Namun satu hal yang sangat diperhatikan dalam proses bertelur, jika se Betina tak mau mengerami telurnya, segera ambil tindakan memindahkan telur dengan metode Inkubator.

Jika si Jantan mengganggu si Betina dalam mengeram, Anda boleh pisahkan si Jantan dari si Betina dengan cara memindahkan ke sangkar yang lain. Namun jika si Jantan tak menganggu, Anda bisa saja tak memindahkannya.

Jika terjadi sesuatu seperti telur pecah, anak mati, telur tak menetas dan segala macam hal yang tak diinginkan, sang Indukan Betina akan kembali bertelur di priode selanjutnya yaitu pada hari ke-7 atau setelah 7 hari dari priode pertama.

Cara Perawatan Pleci yang Sudah Menetas

Saat telur Pleci Anda berhasil menetas dengan selamat, siapkan beberapa pakan khusus kaya akan gizi dan nutrisi dengan protein tinggi. Jangan sampai memberi makan anak Pleci terlambat karena sang induk akan membuang anaknya. Induk berpikir karena pakan untuk anaknya taka da, maka induknya kemudian membuangnya.

Anda harus full memerhatikan sang bayi Pleci selama 5 hari pertama. Karena bagi burung, 5 hari pertama setelah menetas adalah masa-masa kritis. Jika sudah terlewati, Anda dapat memeliharanya seperti anakan Pleci lainnya yaitu memenuhi asupan pakan Jangkrik potongan kecil dan makanan hewani lainnya.

Untuk membuat sang anakan menjadi jinak dengan mental kuat, Anda bisa mengikuti trik kecil yaitu memisahkan anakan dari indukan saat anakan masih berumur 11 hari. Tapi Anda harus siap menggantikan peran Indukan dalam merawat anakan sampai dewasa dan memiliki mental yang kuat.

Tips Cara Ternak Pleci Mudah Untuk Pemula :

Langkah-Langkah Ternak Pleci

  1. Pastikan Indukan burung Pleci Anda sudah cukup umur. Untuk memilih indukan Jantan, pilihlah ang sudah ngerol dan bagi Betina, pilihlan indukan dengan reproduksi baik dan matang.
  2. Dalam masa penjodohan, letakkan si Jantan dan Betina dalam satu sangkar yang berbeda. Kemudian dekatkan sangkar tersebut selama satu minggu. Jika mereka mulai saling memanggil satu sama lain, masukkan si Jantan dan Betina dalam satu sangkar yang lebih besar untuk memulai proses perkawinan. Untuk menunjang proses perjodohan atau perkawinan, siapkan sangkar yang benar-benar bagus serta memiliki pakan, air minum dan sarang didalamnya.
  3. Saat fase pengeraman, Indukan Betina masuk dalam fase puncak birahi dan dalam 2 minggu, indukan akan bertelur kemudian akan menetas dalam 12 hari.
  4. Dalam pemberian pakan, Anda dituntut harus konsisten dalam memberikan pakan yang benar-benar kaya akannutrisi, gizi dan protein. Makanan yang pas dan disukai Pleci antara lain adalah Kroti, Jangkrik dipotong kecil, Ulat Hongkong, Pisang Kepok serta buah-buahan.
  5. Dalam masa-masa perawatan, Anda dapat memisahkan si Jantan dan Betina jika Anda menganggap kebersamaan mereka itu mengganggu dalam perawatan, khususnya jika si Betina sedang bertelur. Saat pagi hari, Anda dapat memasukkan si Jantan kembali dalam sangkar Betina. Disini Anda diharuskan cerdik dalam mengurus waktu agar perawatan serta masa pengeraman yang Anda rencanakan dapat berjalan baik dan baik untuk si induk.

Anda dapat menjadikan cara-cara diatas sebagai panutan dalam cara ternak Pleci yang benar, baik merawat anakan dan indukan. Beberapa hal yang harus diketahui dalam ternak Pleci adalah sabar, teliti dan hati-hati. Jika Anda salah dalam perawatan Pleci, hal terburuk yang bisa terjadi adalah Pleci menghasilkan anakan yang gagal dan hal itu menjadi mimpi buruk para penangkaran Pleci. Semoga informasi mengenai carai ternak Pleci dengan benar ini dapat bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here